Admin - Info Terapi

Admin - Info Terapi

Terapi Totok Rokok

Terapi totok rokok pertama kali ditemukan oleh bintang sinetron Fuad Baradja di klinik yang ia dirikan khusus bagi pecandu rokok . Terapi ini menggunakan metode Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang menggabungkan teori akupuntur dan sisi kerohanian yang nantinya rokok ini akan di ketukan di sisi merdian pasien. Dipercaya jika terapi totok rokok yang hanya ada di Indonesia ini dapat menyembuhkan seseorang yang telah kecanduan merokok. Banyak orang kesulitan berhenti merokok karena selalu terbayang nikmatnya asap rokok. Kalau sudah begitu, pikiran harus dimanipulasi agar asap rokok tidak lagi terasa enak.

Salah satu terapi alternatif yang bisa membuat tubuh memberikan reaksi negatif terhadap rokok adalah totok rokok. Metode inilah yang dipakai Fuad Baradja, seorang mantan artis sinetron dalam membantu orang untuk berhenti merokok.

Pada prinsipnya metode ini menggunakan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang menggabungkan acupoint dengan aspek kerohanian. Berbeda dengan acupressure, pasien tidak diberi pijatan melainkan hanya ketukan (taping) pada titik-titik meridian. Aspek kerohanan diwakili dengan doa yang harus diucapkan pasien sebelum menjalani terapi.

Ketika datang untuk diterapi, pasien diminta menyebutkan alasannya untuk berhenti merokok. Motivasi itu kemudian dikuatkan lagi oleh Fuad dengan penjelasan-penjelasan mengenai bahaya rokok dan nikotin. Terakhir sebelum masuk ke terapi inti, pasien diminta mengucapkan doa dengan bimbingan terapis.

“Doa di sini bukan semacam mantera. Intinya hanya menegaskan niat, dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, Masuk ke terapi inti, pasien akan menerima ketukan-ketukan ringan di 9 titik. Terapis akan memulainya dari titik di daerah dada, yang jika ditekan terasa lebih sakit dibandingkan tempat lain. Berikutnya adalah ubun-ubun, titik di antara 2 mata, di bawah mata, bawah hidung, dagu, leher, bawah ketiak, dan yang terakhir dada bagian bawah di sekitar pangkal payudara.

Menurut Fuad, pasien akan merasakan efeknya setelah menjalani terapi 1 hingga 2 kali. Setelah itu mereka akan merasakan sensasi yang berbeda terhadap asap rokok. Dari yang semula terasa nikmat, menjadi pahit atau bahkan bikin mual.

Perokok yang tertarik untuk menjalani terapi ini ia sarankan untuk datang ke kantor Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3). Selain di kantor ia juga sering memberikan terapi di rumahnya kawasan Pondokgede maupun setiap membawakan seminar atau penyuluhan antirokok.

 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Leave a Reply

Close Menu