Admin - Info Terapi

Admin - Info Terapi

Terapi Bekam

Selama ini, ia berobat ke dokter dan mengonsumsi obat sintetis. Sebulan terakhir, Awit mencoba bekam. “Jika ke dokter, rasa nyeri di kaki memang hilang, tapi cepat kambuh,” katanya. Bekam merupakan metode pengobatan kuno. Dalam A Cup of History di cuppingtherapy.org yang dikelola Asosiasi Terapi Bekam Internasional (ICTA) disebut, bekam tertera di tulisan hieroglif Mesir sejak 3.500 tahun silam. Di Tiongkok, ahli herbal Ge Hong yang hidup pada tahun 281-341 membekam memakai tanduk hewan. Namun, asal mula bekam masih kabur. Perkembangan bekam di Afrika, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Timur diduga seiring migrasi manusia. Di Indonesia, bekam dikenal dengan cantuk di Jawa, kop atau kopan (Sunda), tangkik atau batangkik (Sumbawa), dan sanggrah (Betawi). Prinsip pembekaman adalah mengeluarkan darah kotor yang mengandung racun dari dalam tubuh melalui pelukaan kulit. Proses menggunakan gelas bekam (kop) itu biasanya didahului pemvakuman kulit (bekam kering) dan diikuti pengeluaran darah dari tubuh (bekam basah). Maraknya bekam beberapa tahun terakhir di Indonesia tak lepas dari keinginan sebagian umat Islam mempraktikkan metode pengobatan zaman Nabi Muhammad atau thibbun nabawi.

Pengembangan bekam oleh para ahli kedokteran Muslim menjadikannya termaju di Baghdad, Irak, abad ke-10. Di Eropa, abad ke-18, bekam memakai lintah. Namun, di akhir abad ke-19, itu dilarang. Dokter masa itu menilai pasien yang dibekam jadi lemah dan mudah terinfeksi akibat alat tidak steril. Nyatanya, bekam tidak sepenuhnya ditinggalkan Barat. Di Olimpiade Rio 2016, perenang AS, Michael Phelps, dan atlet senam AS, Alex Naddour, menunjukkan lingkaran-lingkaran merah bekas bekam di tubuhnya. Bekam diklaim meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerakan, serta memulihkan fungsi otot. Banyak teknik pemulihan stamina: pijat olahraga, mandi es, sauna, hingga baju kompresi. “Bekam banyak membantu mengurangi rasa sakit sehingga lebih ekonomis.

bekam berulang meningkatkan respons daya tahan tubuh dan menurunkan kemampuan replikasi virus dalam darah pasien hepatitis C kronik. Manfaat bagi daya tahan tubuh juga dikatakan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di RS Hermina Jatinegara, Jakarta, Ida Narulita Dewi. “Kalangan medis membuktikan bekam meningkatkan sebagian respons imunitas tubuh hingga meningkatkan kekebalan tubuh melawan gangguan tubuh,” ujarnya. Bekam juga menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat pada penderita obesitas. Pengeluaran darah itu juga akan mengurangi kadar zat besi dalam darah hingga mengurangi risiko jantung dan pembuluh darah.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Leave a Reply

Close Menu